5 Metode Belajar Untuk Anak 6 Tahun yang Tepat

Seorang anak akan merasa bahagia jika dalam belajar disajikan secara nyaman dan menarik. Anak usia 6 tahun merupakan usia pra sekolah dasar. Dalam hal ini anak-anak masih suka bermain dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Berikut ini adalah metode belajar untuk anak 6 tahun.

1. Pembelajaran Dasar Agama

Pondasi yang kuat kelak dalam menjalani kehidupan ini adalah dengan agama. Seorang anak harus paham agamanya, segala yang diyakini dalam keluarga maka wajib diberikan kepada anak. Agama merupakan hal yang paling pokok diajarkan untuk anak. Bagaimana seorang anak paham bahwa ada Tuhan yang menciptakan segalanya. Tempat untuk memohon dan berdoa. Berikan contoh nyata seperti beribadah, melaksanakan adab keagaman di rumah serta belajar ilmu penunjang agama lainnya. Berikan pula buku bacaan yang bertema agama. Dengan begitu anak-anak memahami dan menghargai agamanya serta meyakininya sedini mungkin.

2. Memberikan Contoh yang Baik

seorang anak akan melihat bagaimana cara orangtuanya dalam bersikap. Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka melihat, merekam kemudian menirukan. Maka sebagai orangtua wajib memberikan contoh kebaikan demi kebaikan kepada anak. Seperti adab dalam beragama, mengajarkan norma sosial, sopan santun, saling menghormati dan saling menghargai. Berikan pula pengertian pada anak tentang sikap yang baik seperti apa. Berikan contoh konkret pula kepada anak, misalnya, sebelum makan harus mencuci tangan kemudian berdoa. Setelah makan ajak anak untuk meletakkan piring di tempat cucian piring. Kebiasaan tersebut jika dilakukan berulang-ulang maka anak akan menirunya.

3. Belajar dengan Bermain

Salah satu metode belajar untuk anak 6 tahun adalah belajar dengan bermain.  Orangtua bisa mengajak anak dengan melakukan eksperimen sains sederhana bersama anak. Atau menggambar serta mewarnai bersama. Bisa juga dengan menyajkan dongeng kepada anak. Anak-anak akan lenih suka jika pada saat belajar itu diselingi dengan hal yang menyenangkan layaknya bermain. Dengan begitu anak-anak tetap mendapatkan ilmu dengan cara yang membuat bahagia. Buat pula anak menjadi kreatif dengan cara melibatkan anak untuk melaksanakan proyek belajar keluarga. Dengan begitu anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

4. Menghargai Anak

Setiap anak tentu pernah melakukan hal yang salah. Maka orangtua harus mampu memberikan pengertian kepada anak bahwa saat melakukan kesalahan pasti akan ada resiko. Dan setiap kesalahan bisa diperbaiki. Jika anak sudah paham, maka belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Misalnya contoh sederhana, anak-anak sering lupa atau sembarangan menaruh gelas berisi air tidak di tempat yang aman. Anak menaruh di lantai, saat bermain gelas tersebut tersenggol dan airnya pun tumpah. Ajak anak untuk mengelap air yang tumpah tersebut dan beri pengertian untuk tidak lupa menaruh gelas di tempat yang aman.

5. Menjalin Komunikasi dan Membangun kepercayaan

Komunikasi adalah komponen penting dalam metode belajar untuk anak 6 tahun. Seorang anak butuh untuk diajak berbicara, tidak hanya itu ia juga butuh untuk didengarkan. Sebagai orangtua harus siap mendengarkan cerita anaknya. Biarkan dia bercerita tentang apa yang dia rasakan, apa yang sedang dia alami. Jangan mengintimidasi anak dengan berbagai pertanyaan. Justru beri kesempatan anak untuk bertanya. Biarkan anak mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya. Hal tersebut membuat anak untuk berpikir kritis. Bangun juga kepercayaan untuk anak, misalnya dengan membiarkan anak membereskan mainan sendiri, makan sendiri bahkan mandi sendiri.

Dengan adanya metode belajar untuk anak 6 tahun diharapkan para orangtua memiliki ide dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu pula orangtua bisa menambahkan cara yang fun untuk anak-anak.

Ini Cara Mendidik Anak Menjadi Disiplin Yang Tepat

Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tentunya banyak membutuhkan bantuan untuk senantiasa mengembangkan dirinya. Salah satu peran orangtua adalah mendidik anak menjadi disiplin, dengan memiliki sikap disiplin anak-anak akan senantiasa menjaga sikapnya. Namun seringkali orangtua bingung bagaimana cara mendidik anak menjadi disiplin bukan?

Mendidik anak-anak memang bisa dikatakan susah susah gampang, mengingat anak-anak biasanya banyak memiliki sikap manja. Penolakan, mengganggu, tidak mengikuti aturan yang ada terkadang memang dilakukan oleh anak-anak. Lantas bagaimana cara mendidik anak menjadi disiplin yang baik dan benar? Mari simak bersama.

1. Ajarkan Sopan Santun

Senantiasa mengajarkan sopan satu kepada anak adalah kunci pertama untuk anak-anak bisa menjadi disiplin. Sopan santun disini maksudnya adalah ketika anak-anak bertemu dengan orang yang lebih tua ajarkan untuk hormat dan memberi salam, dan itu hukumnya mutlak. Kemudian ketika tengah mendapat panggilan dari orangtuanya,tanamkan sikap untuk segera menjawab atau mendatanginya meski tengah asyik bermain sekalipun.

2. Ajarkan Untuk Langsung Melakukan Sesuatu Tanpa Menunda

Cara kedua agar anak menjadi disiplin adalah dengan mengajarkan agar tidak menunda apapun list yang harus dilakukan. Misalnya, jika pukul 8 malam adalah waktu untuk belajar dan merapikan kamar, ingatkan dan temani anak untuk melakukan tanggung jawabnya. Kemudian misalnya dia harus berangkat les pukul 1 siang, maka ingatkan dia untuk mempersiapkan diri tidak terlalu mepet dari jadwal lesnya.

3. Belajar Bersama

Orangtua tidak bisa serta merta meminta anak-anaknya untuk cepat tanggap dalam melakukan suatu hal, maka dari itu tolonglah mereka dalam kegiatannya. Orangtua juga harus menunjukan sikap disiplin agar anak-anak bisa mendapat contoh real dan langsung dari orangtuanya. Jika orangtua meminta anaknya untuk disiplin belajar dan tidak bermain gadget saja, maka orangtua juga harus memberikan contoh yang sama.

4. Lakukan Diskusi

Setelah anak diajarkan untuk melakukan kegiatan disiplin seperti belajar, bersikap jujur, sopan santun atau tidak menunda sesuatu. Maka orangtua bisa kemudian membuka sebuah diskusi bersama mengenai manfaat dan apa saja kesulitan yang mereka alami. Sebuah komunikasi akan memberikan kepercayaan dan rasa nyaman pada anak ketika melakukan apapun yang diperintahkan orangtua.

Komunikasi juga bisa menjadi ruang bagi anak untuk mengemukakan pendapat, selain itu dengan berdiskusi kemampuan verbal anak akan lebih berkembang. Lakukan diskusi secara berkala di akhir minggu sembari duduk santai didepan teras. Jalinlah kedekatan antar anggota keluarga untuk menciptakan hal-hal positif.

5. Dorong Anak Untuk Berkegiatan Positif.

Kegiatan seperti menghafal Al-Quran, les bahasa asing, menari, olahraga atau belajar memelihara hewan peliharaan bisa dijadikan alternatif untuk mengembangkan kedisiplinan. Dengan memiliki kegiatan semacam kegiatan diatas anak-anak akan dituntut untuk memiliki pencapaian dan meluangkan waktunya. Anak-anak akan menjadi lebih disiplin dan lebih mampu belajar membagi waktu yang dimilikinya.

6. Memberi Hadiah Atas Pencapaian

Setelah melakukan banyak kegiatan dan pencapaian dalam kehidupannya, orangtua bisa loh sesekali memberi hadiah atas pencapaian mereka. Hadiah itu tidak perlu sesuatu yang mahal dan menguras kantong, orangtua bisa memberikan es krim atau coklat kesukaan anak-anak. Pemberian hadiah ditujukan untuk memberi stimulus atas apa yang sudah anak kerjakan, sehingga mereka bisa makin semangat kedepannya.

Diatas tadi adalah beberapa cara mendidik anak menjadi disiplin, cukup mudah untuk segera dipraktikkan bukan? Usahakan untuk membuatnya tidak terasa menekan. Anak-anak adalah media yang paling mudah untuk menerima segala hal negatif maupun positif. Maka ajarkan kedisiplinan sejak dini agar nantinya mereka bisa menghargai dan membuat peranan positif setelah tumbuh besar.